Lagu Karo Part 1

Sabtu, 28 Maret 2009




Silakan anda download lagu ini tapi jangan dibajak yah!!!!!!


1. Anta Prima Ginting, Milihi Rupa, mp3
2. Cot Dogol, Kawan-Kawan,mp3
3. Andiko Alena, mp3
4. Cot Dogol, Anggap Bupati,mp3
5. Ariko Kena, mp3
6. Asna Br Depari, Jimpuh,mp3
7. Cot Dogol, Keleng Barus, Ayak-Ayak Biang, mp3

8. Bagi Belembang Kupantar, mp3
9. Tio Fanta Pinem, Bagi Tenguli I Babo Atap, mp3
10. Erwina Hani Br Bangun, Balasen Suraten Padan, mp3
11. Usman Ginting, Bekas Tinepana, mp3
12. Cot Dogol, Bejeng, Bekas Tukur Mami,mp3
13. Belo La Ertangke, mp3
14. Belo Ras Sontil, mp3
15. Sri Malem Br Bangun, Belo Brastagi, mp3
16. Bulan Bintang, mp3
17. Charles Simbolon, Bulan Simacem Macem, mp3
18. Cekala Pekeper Lau, mp3
19. Cot Dogol, Akap Telap, mp3
20. Cot Dogol, Cikurak, mp3
21. Datuk Muda Barus, Bual Sipaya-Paya, mp3
22. Datuk Muda Barus, Lang, mp3
23. Datuk Muda Barus, Sikuran, mp3
24. Harto Tarigan, Adi Pertedeh Ula Pernembeh, mp3
25. Instrumen Karo, mp3
26. Ismelana, mp3
27. Ika Novita Br Bangun, Janji Si Ndube, mp3
28. John Pradep Tarigan, Laterampuni, mp3
29. Iren Bretti Br S, Kam Sayangku, mp3
30. Sada Gelas Anggur Merah, mp3
31. Kerja Simbelin, mp3
32. Kuda Gara, mp3
33. Lia M, Kurmak Sampe Rakit, mp3
34. Cot Dogol, La Lako Lako, mp3
35. Kataras, Laterolangi, mp3
36. Mabuk Tenggen, mp3
37. Rita Mariani Br T, Matawari, mp3
38. Mbiring Manggis, mp3
39. Mbulu Mata, mp3
40. Novita Brs, Haris Teni s, Mejuah-Juah, mp3
41. Haris Teni Singarimbun, Nangkih Deleng Sibayak, mp3
42. Cot Dogol, Ngepas, mp3
43. Hormat Barus, Pergeluh Kaciwer, mp3
44. Perik Pengaci Remix, mp3
45. Piso Surit MTV, mp3
46. Piso Surit Original, mp3
47. Rudang Mayang, mp3
48. Sarudung Erdoah Doah, mp3
49. Cot Dogol, Sok Keren, mp3
50. Cot Dogol, Solder, mp3
51. Susi Br Surbakti, Hare Hare, mp3
52. Cot Dogol, Tading Tadingen, mp3
53. Cot Dogol, Tokeh Gundur, mp3
54. Usman Ginting, Anakku, mp3
55. Usman Ginting, Lagunana, mp3
56. Usman Ginting, Pengangguren, mp3
57. Usman Ginting, Janji Luka, mp3
58. Odak Odak Seberaya, mp3
59. Patam Patam, mp3
60. Odak Odak, mp3
61. Amin Ndauh Kita Sirang, mp3
62. Perik Sidua-Dua, mp3
63. Rudang-Rudang Mejile, mp3
64. Usman Ginting, Suraten Padan, mp3
65. Usman Ginting, Uga Ningkena, mp3
66. Usman Ginting, Perik Pengaci, mp3
67. Joel, Unang Parmeam Meam Ahu, mp3
68. Sayang Kusayang, mp3
69. Samarliana. T, Surindan Kelang-kelangna, mp3
70. Cot Dogol, Ayak-Ayak Biang, mp3
71. Are-Are, Kerja Tahun, mp3
72. Yahya, Setengah Gila, mp3
73. Henny Manullang, Kutimai Gia La Pasti, mp3

Lagu Karo Baru

Jumat, 13 Februari 2009

1. Datuk Muda Barus, Bual Sipaya Paya, mp3
2.Cekala Pekepar Lau, mp3
3. Datuk Muda, Barus Sikuran, mp3
4. Rudang Mayang, mp3
5. Kerja Simbelin, mp3
6. Hormat Barus,Pergeluh Kaciwer, mp3
7. Susi br Surbakti, Hare - Hare, mp3
8. Kuda Gara, mp3
9. Kam Sayangku, Iren Bretti Br S, mp3
10. Kurmak Sampe Rakit, Lia M, mp3
11. Datuk Muda Barus, Lang, mp3
12. Usman Ginting, Bekas Tinepana, mp3
13. Usman Ginting, Anakku, mp3
14. Piso Surit Original, mp3

Suku Karo

Selasa, 03 Februari 2009

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Karo"
Dikutip Oleh : Alto Belli. Ginting Munte

Suku Karo atau Suku Batak Karo adalah salah satu suku yang berasal dari kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Mayoritas penduduknya bermukim di daerah pegunungan tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang sering disebut sebagai Tanah Karo atau Tanah karo Simalem. Ada sebagian dari suku ini tidak mau disebut etnis Batak karena mereka mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Pakaian adat suku ini didominasi dengan warna merah dan penuh dengan perhiasan emas.

Daftar isi

Marga


Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima, tutur siwaluh, dan rakut sitelu. Masyarakat Karo mempunyai sistem marga (klan). Marga atau dalam bahasa Karo disebut merga tersebut disebut untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut beru. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Merga dalam masyarakat Karo terdiri dari lima kelompok, yang disebut dengan merga silima, yang berarti marga yang lima. Kelima merga tersebut adalah:

  1. Karo-karo
  2. Tarigan
  3. Ginting
  4. Sembiring
  5. Peranginangin


Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. Merga ayah juga merga anak. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama, dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. Kalau laki-laki bermarga sama, maka mereka disebut (b)ersenina, demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama, maka mereka disebut juga (b)ersenina. Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama, mereka disebut erturang, sehingga dilarang melakukan perkawinan, kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka.

Rakut Sitelu

Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga), yang berarti ikatan yang tiga. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu:

  1. kalimbubu
  2. anak beru
  3. senina


Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri, anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri, dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti.

Tutur Siwaluh


Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo, yang berhubungan dengan penuturan, yaitu terdiri dari delapan golongan:

  1. puang kalimbubu
  2. kalimbubu
  3. senina
  4. sembuyak
  5. senina sipemeren
  6. senina sepengalon/sendalanen
  7. anak beru
  8. anak beru menteri


Dalam pelaksanaan upacara adat, tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompok-kelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:

  1. Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang
  2. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu, kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:
    • Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua, yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung.
    • Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah, karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya.
    • Kalimbubu iperdemui, berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan.
  3. Senina, yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama.
  4. Sembuyak, secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan, jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga, dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat).
  5. Sipemeren, yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Bagian ini didukung lagi oleh pihak sibaribanen, yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara.
  6. Senina Sepengalon atau Sendalanen, yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama.
  7. Anak beru, berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu, dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain, seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri.Anak beru ini terdiri lagi atas:
    • anak beru tua, adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Anak beru tua adalah anak beru yang utama, karena tanpa kehadirannya dalam suatu upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya, maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara), karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat.
    • Anak beru cekoh baka tutup, yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Misalnya Si A seorang laki-laki, mempunyai saudara perempuan Si B, maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama.
  8. Anak beru menteri, yaitu anak berunya anak beru. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk, mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Ada pula yang disebut anak beru singkuri, yaitu anak berunya anak beru menteri. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat.

Aksara

Aksara Karo

Aksara Karo ini adalah aksara kuno yang dipergunakan oleh masyarakat Karo, akan tetapi pada saat ini penggunaannya sangat terbatas sekali bahkan hampir tidak pernah digunakan lagi.

Tari tradisional


Suku Karo mempunyai beberapa tari tradisional, di antaranya:

Kegiatan Budaya